Template blog responsif memang diminati oleh banyak orang. Banyak developer website yang berlomba-lomba membuat template website responsif. Namun, perlu kau pikirkan lagi, perlukah membuat template responsif? Apalagi untuk kau yang memakai layanan ngeblog platform Blogger.
Pendapat saya, membuat template responsif di Blogger tidaklah terlalu perlu. Banyak hal yang membuat saya berpendapat demikian. Berikut ini ialah alasan template responsif di platform Blogger kurang perlu.
Umumnya, kalau kau memakai Blogger, secara otomatis blog kau akan diatur untuk mengaktifkan mode ponsel. Untuk menonaktifkannya, kau mampu telusuri dasbor kamu. Dasbor > Template > Seluler, kemudian klik ikon gerigi.
Setelah kau mengeklik ikon gerigi tersebut, akan keluar jendela popup menyerupai di bawah ini. Kamu mampu mengaturnya "Ya" atau "Tidak".
Kemudian jangan lupa klik "Simpan".
Dari data di atas, penayangan yang bersumber dari ponsel kalau dikalkulasikan hanya sekitar 4% saja. Masih terhitung sedikit untuk menggugah saya agar membuat tampilan responsif untuk blog Iskael.
Sekedar info, website sekelas Facebook dan Twitter, mereka memiliki mode khusus apabila dikunjungi dari ponsel. Tidak semua elemen benar-benar dimuat di tampilan ponsel. Tentu hal ini erat kaitannya dengan pengaturan server yang rumit. Jika kau mengunjungi Facebook dari komputer langsung atau laptop, coba iseng-iseng kau kecilkan ukuran jendela browser kamu, tentu kau akan menemukan gulir horisontalnya di lebar kurang dari 980px. Penasaran? Silakan dicoba :)
Pendapat saya, membuat template responsif di Blogger tidaklah terlalu perlu. Banyak hal yang membuat saya berpendapat demikian. Berikut ini ialah alasan template responsif di platform Blogger kurang perlu.
Tampilan Khusus Ponsel di Blogger
Di Blogger, kau mampu menikmati tampilan ponsel yang sudah disediakan. Tampilan ponsel di Blogger sangat sederhana dan hanya memuat data yang penting saja. Ditambah lagi dengan banyaknya pengunjung blog tertarget Indonesia yang memakai ponsel biasa, bukan ponsel cerdas. Jadi mampu dipastikan pengunjung hanya ingin mengetahui konten blog, bukan tampilannya.Umumnya, kalau kau memakai Blogger, secara otomatis blog kau akan diatur untuk mengaktifkan mode ponsel. Untuk menonaktifkannya, kau mampu telusuri dasbor kamu. Dasbor > Template > Seluler, kemudian klik ikon gerigi.
Setelah kau mengeklik ikon gerigi tersebut, akan keluar jendela popup menyerupai di bawah ini. Kamu mampu mengaturnya "Ya" atau "Tidak".
Kemudian jangan lupa klik "Simpan".
Pengunjung Pengguna Nonponsel Lebih Banyak
Pertimbangan yang kedua ialah apabila pengunjung blog kau tidak banyak yang memakai ponsel. Seperti blog Iskael ini, pengunjung didominasi oleh pengguna nonponsel. Tentu saja hal ini lantaran ialah topik yang dibahas blog ini mengenai tutorial. Kebanyakan orang yang mencari tutorial memakai komputer atau laptop. Berikut ini ialah data pengunjung blog ini menurut browser dan sistem operasinya.![]() |
| Penayangan menurut Browser |
![]() |
| Penayangan menurut Sistem Operasi |
Dari data di atas, penayangan yang bersumber dari ponsel kalau dikalkulasikan hanya sekitar 4% saja. Masih terhitung sedikit untuk menggugah saya agar membuat tampilan responsif untuk blog Iskael.
Membuat Tampilan Blog Responsif Tidak Mudah
Alasan selanjutnya ialah membuat tampilan blog responsif itu tidaklah mudah. Kamu harus meriset kira-kira blog kau itu dikunjungi oleh pengguna ponsel dengan lebar layar berapa saja. Semua tahu bahwa ukuran layar ponsel beraneka ragam, hampir tidak ada standar ukuran layar ponsel. Meskipun dalam media kueri CSS kau mampu memakai "max-width" dan "min-width", tetap saja kau harus memperhatikan elemen apa saja yang harus dan tidak perlu ditampilkan di ukuran tertentu.Tampilan Responsif Tetap Memuat Data Tampilan Biasa
Jika kau tahu apa yang dilakukan oleh browser ketika responsif, tentu ini akan membuatmu berpikir dua kali. Jika dalam lebar layar 1280px (nonponsel), blog kau memuat data 100KB; ketika di lebar layar 480px (ponsel), blog kau tetap saja memuat data 100KB. Hanya saja, pada ukuran 480px, beberapa elemen disembunyikan dengan "display: none". Lalu apa istimewanya?Secara Umum Ponsel Mempunyai Fitur Autofit
Tahukah kau kalau hampir semua ponsel Android dan ponsel lainnya sudah memiliki fitur autofit? Tampilan website yang dikunjungi akan diskalakan oleh ponsel hingga lebar website sesuai dengan lebar layar ponsel. Lalu apa gunanya tampilan responsif? Mungkin guna tampilan responsif hanya menyederhanakan beberapa elemen penting saja yang akan disajikan ke pengunjung. Selebihnya pengunjung akan memuat beban yang sama dengan tampilan biasa.Kesimpulan
Itulah setidaknya lima alasan apakah masih perlu tampilan responsif untuk blog berplatform Blogger. Terkadang tampilan responsif itu memang perlu. Tentunya tampilan responsif meyakinkan pada pengunjung blog kau bahwa blog kau itu keren, mampu responsif.Sekedar info, website sekelas Facebook dan Twitter, mereka memiliki mode khusus apabila dikunjungi dari ponsel. Tidak semua elemen benar-benar dimuat di tampilan ponsel. Tentu hal ini erat kaitannya dengan pengaturan server yang rumit. Jika kau mengunjungi Facebook dari komputer langsung atau laptop, coba iseng-iseng kau kecilkan ukuran jendela browser kamu, tentu kau akan menemukan gulir horisontalnya di lebar kurang dari 980px. Penasaran? Silakan dicoba :)




