1. Jaga berat tubuh semoga tetap ideal (terlalu kurus dan gemuk tidak baik)
Sebenarnya tidak ada batasan usia bagi wanita untuk hamil. Hal ini ditegaskan oleh salah seorang dokter kebidanan asal Atlanta Genevieve Fairbrother, ia memberikan bahwa wanita diatas 35 tahun akan baik-baik saja apabila hamil, asalkan mampu menjaga berat badannya ideal.Umumnya, wanita dengan berat tubuh normal disarankan menaikan berat hingga 11-15 kilogram dikala hamil. Sedangkan si gemuk, cukup menaikan 6-11 kilogram. Berat tubuh yang terlalu kurus berisiko mengakibatkan bayi lahir prematur. Sedangak terlalu gemuk (obesitas) malah berisiko lebih tinggi, menyerupai memicu diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.
2. Apabila mengidap penyakit, maka sembuhkanlah terlebih dahulu
Adanya penyakit tertentu yang diidap oleh seorang wanita hamil mampu berpengaruh terhadap janinnya. Oleh lantaran ialah itu, bila anda memiliki penyakit menyerupai diabetes atau penyakit tiroid, sebaiknya disembuhkan dulu dan terapkan contoh hidup sehat.3. Konsumsi vitamin asam folat (minta saran dokter)
Untuk menjaga semoga kehamilan dan janin sehat, ada baiknya anda mengonsumsi vitamin yang terdiri dari paling tidak 1 miligram asam folat. Kandungan Asam folat mampu membantu mencegah cacat saraf tulang belakang dan otak pada janin.Anda mampu mengonsumsinya setidaknya 400 mikrogram sehari, minimal 3 bulan sebelum hamil kemudian meneruskannya selama 3 bulan pertama kehamilan.
Umumnya vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram.
4. Cek diabetes gestasional
Perlu anda ketahui, pemeriksaan kadar gula darah ini penting dilakukan pada masa menjelang kehamilan, serta dikala kehamilan mencapai usia 24 dan 28 minggu. Fungsinya untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh. Apabila kondisi kadar gula anda tinggi, maka mampu meningkatkan risiko diaetes yang berdampak buruk pada janin.5. Periksakan tekanan darah
Selain memeriksakan kadar gula darah, jangan lupa juga untuk mengukur tekanan darah secara rutin. Pemeriksaan ini dlakukan untuk mengurangi risiko terjadinya praeklamsia.6. Konsumsi masakan sehat
Pada dikala masa kehamilan, anda sangat dianjurkan untuk menjaga contoh makan serta menambah berat badan. Anda mampu menambah porsi makan harian hingga 200 hingga 300 kalori, dengan bahan masakan sehat, menyerupai masakan yang kaya protein, buah, sayuran, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, karbohirat kompleks, serta susu rendah lemak.7. Periksa gen
Bagi wanita yang hamil diatas usia 35 tahun, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan gen. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan dikala usia kehamilan mencapai 11 minggu. Tujuannya untuk mengetahui apabila ada kecacatan gen.8. Rutin olahraga
Berolahraga teratur setiap hari mampu meredakan stres dan menguatkan tubuh ibu hamil. Tapi pilihlah jenis olahraga yang ringan, menyerupai jongging. Apabila anda mengidap kondisi tertentu (seperti diabetes), maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter wacana jenis olahraga yang boleh anda lakukan selama kehamilan.9. Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin
Pada umumnya wanita yang hamil di atas usia 35 tahun berisiko melahirkan bayi dengan berat tubuh yang rendah dan praeklamsia. Nah, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya hindari kebiasaan-kebiasaan buruk menyerupai merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein10. Deteksi kelainan kromosom pada bayi
Tidak ada salahnya jikalau anda mengikuti beberapa tes untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan kromosom pada bayi. Hal ini dilakukan hanya sebagai tindakan preventif , untuk meminimalisir risiko kecacatan janin. Baca juga:
